logo mahkamah agung website ramah difable

Pengadilan Agama Gunung Sugih

Tata Cara Pengaduan

SYARAT DAN TATA CARA PENGADUAN

 

(Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 076/KMA/SK/VI/2009 Tentang Pedoman Pelaksanaan Penanganan Pengaduan Di Lingkungan Lembaga Peradilan)

A. Disampaikan secara Tertulis
  1.

Pengaduan hanya dapat diterima dan ditangani oleh Mahkamah Agung, Pengadilan Tingkat Banding dan Pengadilan Tingkat Pertama apabila disampaikan secara tertulis oleh Pelapor;

  2. Pelapor dianjurkan untuk menggunakan fonnulir khusus untuk menyampaikan pengaduannya, baik dalam bentuk cetak maupun elektronik di situs resmi Mahkamah Agung. Meskipun demikian. pengaduan yang tidak menggunakan formulir khusus tersebut tetap akan diterima dapat ditindaklanjuti;
  3.

Dalam hal Pelapor memiliki kesulitan untuk membaca dan menulis, petugas Mahkamah Agung atau Pengadilan akan membantu menuangkan Pengaduan yang ingin disampaikan Pelapor secara tertulis dalam formulir khusus pengaduan. 

B.

Menyebutkan Informasi yang jelas

  1.  Untuk mempermudah penanganan dan tindak lanjut terhadap pengaduan yang disampaikan, Pelapor diharapkan dapat menyebutkan secara jelas informasi mengenai:
    a. Identitas Aparat yang dilaporkan, termasuk jabatan, serta satuan kerja atau pengadilan tempat Terlapor bertugas;
    b. Perbuatan yang dilaporkan;
    c. Nomor perkara, apabila perbuatan yang diadukan berkaitan dengan pemeriksaan suatu perkara; dan
    d. Menyertakan bukti atau keterangan yang dapat mendukung pengaduan yang disampaikan. Bukti atau keterangan ini termasuk nama, alamat dan nomor kontak pihak lain yang dapat dimintai keterangan lebih lanjut untuk memperkuat pengaduan Pelapor.
  2. Pelapor sedapat mungkin diharuskan untuk mencantumkan identitasnya. Namun demikian selama informasi dalam pengaduan yang disampaikan benar dan memiliki dasar yang kuat, pengaduan yang tidak mencantumkan identitas akan tetap ditindaklanjuti oleh Mahkamah Agung.
C.

Tata Cara Pengiriman

  1.

 Pengaduan ditujukan kepada:

     a. Ketua atau Wakil Ketua pada Pengadilan Tingkat Pertama atau Pengadilan Tingkat Banding di mana Terlapor bertugas; atau
     b. Ketua Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, atau Ketua Muda Pengawasan dengan tembusan kepada Kepala Badan Pengawasan.
  2.   Apabila pengaduan dikirimkan melalui pos dalam amplop tertutup, maka harus disebutkan secara jelas bahwa isi amplop tersebut adalah pengaduan dengan menuliskan kata "PENGADUAN pada Pengadilan" pada bagian kiri atas muka amplop tersebut

  

  • Info Perkara

  • Statistik Perkara

  • Laporan Perkara

-->

Sistem Informasi Mahkamah Agung RI

TypographySistem Informasi Mahkamah Agung Republik Indonesia dibangun dalam rangka menunjang terselanggaranya Reformasi Birokrasi di Lingkungan Mahkamah Agung RI.

Kunjungi

Komunikasi Data Nasional

TypographyKominukasi Data Nasional Mahkamah Agung Republik Indonesia untuk akurasi data.

Kunjungi

Direktori Putusan

TypographyDirektori Putusan merupakan salah satu pelaksananaan Keputusan Ketua MA , dengan tujuan memastikan adanya informasi yang lengkap bagi masyarakat secara cepat dan murah.

Kunjungi

SIKEP

TypographySistem Kepegawaian Mahkamah Agung RI dibangun untuk membantu admin Kepegawaian dalam mengelola data Pegawai.

Kunjungi

SIMPEG

TypographySistem Informasi Kepegawaian Badan Peradilan Agama yang merupakan aplikasi backup SIKEP Mahkamah Agung.

Kunjungi

Layanan Pengadaan Secara Elektronik Mahkamah Agung RI.

TypographyLayanan Pengadaan Secara Elektronik Mahkamah Agung RI.

Kunjungi