header 1a new

 

 

Ditulis oleh Redaksi Utama on . Dilihat: 457 kali

ANALISIS ISU KONTEMPORER : Optimalisasi Pendidikan Berkualitas dengan

Menerapkan Nilai Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Era Globalisasi

Oleh : M. Rizki Al Safar | CPNS Teknisi Sarana Prasarana MA RI – PA Gunung Sugih

Indonesia merdeka selama kurun waktu 80 tahun telah mengalami fluktuasi dalam berbagai aspek kehidupan. Kondisi rakyat dengan tingkat kemiskinan yang tinggi, pengangguran meningkat, inflasi keuangan yang tak terkendali, namun di tatanan pemerintah cukup mengerikan dengan korupsi di setiap titik kehadiran pejabat negara, Negara Indonesia layaknya benang kusut. Semakin kusutnya kondisi tanah air dengan perubahan zaman lebih modern, diwarnai oleh generasi z dan generasi alpha berciri digitalisasi yang semakin memarakkan globalisasi. Era globalisasi ini mengguncang bidang politik, ekonomi, indsutri, media hingga pendidikan.

Di bidang ekonomi, bisnis ritel dan transportasi terus meningkat, dengan kehadiran jasa serba online. Di Industri media cetak kini memasuki senja kala dengan semakin bertumbuhnya media online. Bidang pendidikan juga tidak kalah terguncang melalui pendidikan online yang memungkinkan terbuka jarak jauh. Revolusi Industri 4.0 misalnya, melalui peningkatan penggunaan teknologi dalam seluruh aspek kehidupan. Adanya teknologi tentu membantu pelayanan yang maksimal untuk masyarakat dengan biaya yang efisien.

Ancaman terhadap Indonesia bukan lagi hanya militeristik, melainkan menyasar lima dimensi strategis : ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, serta pertahanan dan keamanan. Mulai dari intoleransi beragama, separatisme, ancaman siber, hingga ketimpangan sosial adalah bentuk-bentuk nyata yang menguji ketahanan bangsa.

Pada akhirnya kemajuan bangsa didasari oleh kualitas sumber daya manusia, Indonesia misalnya sebagai suatu negara yang memiliki sumber daya alam sangat melimpah pada akhirnya apakah memperbaiki kondisi tanah air saat ini? Jawabannya TIDAK. Maka, untuk mampu menghadapi era globalisasi ini banyak sekali yang perlu dikaji di Indonesia, khususnya jika ingin menerapkan revolusi industri 4.0 yang dalam hal ini diwacanakan sebagai langkah untuk memajukan tanah air. Dalam memajukan bangsa, kita harus mampu menyiapkan manusia-manusia yang berpendidikan dan memiliki kemampuan bagi perubahan besar bangsa sebab insan yang berkualitas memiliki perencanaan hidup yang matang, disiplin diri yang tinggi, dan strategi teknik perjuangan untuk kemajuan bangsa.

Rakyat yang cerdas akan mampu menguasai, mengatur, dan memanfaatkan alam secara ekonomis, efektif dan efisien sehingga tidak diperbudak oleh sumber daya alam yang dikuasai asing. Rakyat yang berkualitas akan mampu melakukan perubahan ke arah inovasi untuk perbaikan masyarakat guna meningkatkan daya saing, produktivitas dan kemuliaan bangsa yang mengarah pada kemajuan, kesejahteraan dan keadilan bagi bangsa. Maka, tugas terpenting bagi pemerintah hari ini adalah melahirkan orang-orang yang sadar untuk berjuang dengan ciri berpengetahuan dan mau melakukan suatu bentuk pergerakan mengarah pada kebaikan.

Fakta tentang kondisi pendidikan yang belum merata di tanah air, membuat kita bertanya, apakah yang harus dibenahi dalam aspek pendidikan di Indonesia? Bangsa Indonesia dalam hal ini, harus melakukan pembenahan untuk menghasilkan anak bangsa yang berpengetahuan dan cenderung inovatif yang dapat dihasilkan dari pendidikan tinggi, maka peran sekolah dan kampus menjadi poin utama dalam menjunjung kemajuan bangsa dengan didampingi oleh aspek ekonomi, sosial-budaya, hukum dan politik yang turut menunjang pendidikan. Bibit-bibit manusia berkualitas ini dimulai dari pendidikan dasar dilanjutkan pendidikan menengah hingga pendidikan tinggi.

Diperkirakan, sistem pendidikan tinggi Indonesia pun akan menghadapi perubahan disruptif hingga akhirnya terjadi perubahan mendasar dalam keseluruhan sistem pendidikan. Oleh karena itu, Indonesia harus menyempurnakan sistem pendidikan tingginya untuk menjawab tantangan zaman, melalui penerapan kebijakan wajib belajar bagi anak-anak sampai dewasa yang artinya sejak dasar, menengah hingga pendidikan tinggi. Perguruan tinggi sebagai langkah akhir menjalani tingkat tertinggi pendidikan tentu menentukan kualitas manusia yang dihasilkan agar siap menghadapi era globalisasi.

Di era globalisasi hari ini, pendidikan harus menjadi garda terdepan untuk mengantisipasi perkembangan dunia yang semakin canggih yang dalam hal ini khususnya teknologi komunikasi sebagai alat yang mempermudah pertukaran informasi tanpa kehadiran fisik, melalui teknologi digital sehingga segala bentuk informasi dapat diakses dengan mudah oleh penggunanya. Permasalahannya adalah kemudahan tersebut menjadikan akses bebas yang tak terkontrol oleh seluruh aspek usia di tiap kalangan, sehingga kekhawatiran akan bebasnya segala sesuatu untuk dapat diketahui memicu perkembangan kualitas manusia. Pendidikan tinggi yang berjalan di Indonesia saat ini masih bersifat reduksionis, yaitu terlalu kecil dan sempit perspektifnya dalam melihat dan menganalisis suatu masalah. Konsep linearitas, masih banyak dijumpai dalam pendidikan tinggi di Indonesia, dimana persyaratan melanjutkan studi bahkan menjadi tenaga pengajar di perguruan tinggi yang secara ketat dan kaku akan membelenggu cara kerja, cara berpikir, kreativitas, serta inovasi para dosen dan mahasiswa khususnya, maka di masa depan seharusnya pendidikan dibawa lebih bercorak sintesis yakni penyatuan antara berpikir reduksionistik dan berpikir kreatif sebagai proses pemikiran yang kaya perspektif dan alternatif agar permasalahan yang sangat sulit dan membingungkan yang menuntut pemecahan masalah secara interdisipliner dan transdisipliner mampu diselesaikan oleh manusia yang memiliki kemampuan tidak hanya keterampilan teknis namun didukung oleh peran humaniora sesama manusia.

Upaya Permasalahan Penerapan Nilai Nilai Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

Salah satu upaya utamanya adalah melalui dunia pendidikan, baik di sekolah maupun perguruan tinggi, dengan mengintegrasikan materi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan wawasan kebangsaan ke dalam kurikulum. Materi tersebut dikemas dengan menanamkan nilai pancasila dan inklusifitas keilmuan. Di samping itu, literasi digital menjadi sangat penting untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif media sosial. Edukasi tentang cara memilah informasi, mengenali hoaks, dan menghindari konten radikal perlu ditanamkan sejak dini. Pemerintah dan masyarakat juga mendorong terciptanya konten-konten positif dan kreatif di media sosial yang mengangkat nilai-nilai kebangsaan, budaya lokal, dan toleransi. Program ini diperkuat dengan pelatihan untuk pelajar, mahasiswa, aparatur sipil negara (ASN), dan elemen masyarakat lainnya. Pentingnya peran generasi muda dalam meningkatkan penerapan nilai nilai wawasan kebangsaan dan bela negara diantaranya adalah memberikan dan menambahkan strategi modern terutama dalam menambahkan konten positif dalam bersosial media. Selain itu hal yang bisa dilakukan adalah promosi nilai-nilai wawasan kebangsaan dan bela negara melalui pembelajaran sejarah, pengembangan rasa cinta tanah air, pembetukan karakter kewarganegaraan, pendidikan keamanan dan pertanahanan dan pengembangan keterampilan sosial.

Sebagai penutup, Indonesia, yang umumnya masih mengunggulkan pentingnya linearitas keilmuan harus berani mencari alternatif baru yang lebih kondusif untuk menjawab tantangan zaman dan kemanusiaan global. Para pemikir, pengelola pendidikan dan perguruan tinggi harus berani melalukan perubahan secara fundamental dengan dibukanya kesempatan bagi mahasiswa sains untuk mengambil peran dalam humaniora, ilmu-ilmu sosial, termasuk studi keagamaan, dan begitu pula sebaliknya. Maka, peradaban manusia dalam era global seperti saat ini mengharuskan ilmu, sosial, budaya, dan peradaban agama saling berdialog secara intens dengan pendekatan dan perspektif interdisiplin, multidisiplin, dan transdisiplin, baik dalam proses pendidikan, pembelajaran, maupun riset untuk proses pembangunan dan pembentukan karakter bangsa yang multikultur, multidisiplin dan inklusif.

 

Download artikel di sini.

Hubungi Kami

PENGADILAN AGAMA GUNUNG SUGIH

Jalan Negara No. 99 Gunung Sugih 34161

Lampung Tengah,  Lampung.

Telepon  :  0725 - 528885

Faksmile :  0725 - 527492

Email     :  Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.