header 1a new

 

 

on . Dilihat: 159 kali

Briefing Senin Pagi, WAKA PA Gunung Sugih : "Terus Terapkan Budaya 5s"

Gunung Sugih | www.pa-gunungsugih.go.id

Senin, 23 Mei 2022 Semangat Pengadilan Agama Gunung Sugih untuk terus berbenah memperbaiki sarana dan prasara dalam rangka terwujudnya pelayanan optimal di Pengadilan Agama Gunung Sugih Kelas1B. Briefing Pagi ini dipimipin Wakil Ketua PA Gunung Sugih Yopie Azbandi Aziz, S.Ag., MH didampingi oleh Elis Marliani, S. Ag., MH (Hakim), Sabrimen, S. Ag., MH (Panitera), Nelmi Rodiah Harahap, SH., MH (Panitera Muda Gugatan), Vivi Wanty, SH (Panitera Muda Permohonan), dan seluruh Petugas PTSP. Saat ini, nilai etika dan budaya di berbagai kalangan, khususnya pada generasi muda mulai mengalami pergeseran. Pergeseran itu meliputi maraknya pergaulan bebas dan anacaman pornografi, kekerasan, dan kerusuhan yang berujung pada tindakan anarkis. Dapat kita ketahui bahwa kondisi karakter para generasi muda terkhususnya para peserta didik di sekolah masa sekarang, sangat memprihatinkan baik secara emosional, tindakan, maupun prilaku sosial mereka. Bahkan, sering kita jumpai di media massa baik surat kabar maupun televisi, tentang pelajar yang saat ditegur oleh guru karena melakukan kesalahan, mereka malah cenderung melawan kepada gurunya dengan tindakan-tindakan yang kurang pantas. Bukan hanya itu, bahkan karena tidak memiliki etika, mereka melakukan kekerasan fisik dan mental kepada gurunya, hanya karena masalah yang sederhana. Dan masih banyak lagi bentuk tindakan anarkis yang lain. Pergeseran nilai etika dan budaya inilah penyebab generasi muda di zaman ini kehilangan jati dirinya. Kebanyakan dari mereka melupakan nilai luhur yang telah ditanamkan kepada dirinya sejak kecil oleh orang tua dan leluhurnya.

Pada sambutannya, Wakil Ketua Pengadilan Agama Gunung Sugih Yopie Azbandi Aziz, S.Ag., M.H mengatakan bahwa seluruh petugas PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) agar tetap membudayakan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) dalam bekerja. Pendidikan karakter yang menekankan pada berbagai dimensi dalam proses pembentukan pribadi, diharapkan mampu membendung berbagai kemungkinan-kemungkinan negatif yang secara perlahan akan menghilangkan budaya bangasa ini. Sehingga diharapkan permasalahan yang timbul dari pergeseran etika dan moral yang dilakukan oleh para generasi muda akan semakin menurun atau bahkan menghilang.

Lima “S” yag diharapkan menjadi budaya karakter, mampu menumbuhkan nilai karakter yang memang diharapkan ada dalam setiap pekerjaan. Adapun karakter-karakter itu adalah toleransi, komunikatif, cinta damai, dan peduli sosial. Budaya lima “S” mampu membuat seseorang menghargai orang lain tanpa memperdulikan perbedaan agama, suku, dan etnis yang berbeda dari dirinya. Hal ini menunjukkan adanya karakter toleransi dalam program ini.
Bukan hanya itu saja, melalui salam, sapa, sopan, dan santun akan mampu menumbuhkan rasa senang bergaul, berbicara, dan bekerja sama dengan orang lain yang merupakan bentuk karakter bersahabat dan berkomunikasi. Selain toleransi dan bersahabat, lima “S” juga mampu menumbuhkan rasa senang dan rasa aman atas kehadiran satu sama lain, yang merupakan perwujudan sikap cinta damai. Melalui lima “S”, akan tumbuh kepedulian sosial, yaitu rasa ingin selalu membantu orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Hal itu merupakan hasil yang terbentuk dari sikap sopan santun yang tertanam dalam program ini.

 

(PAGS | Anf)

Hubungi Kami

PENGADILAN AGAMA GUNUNG SUGIH

Jalan Negara No. 99 Gunung Sugih 34161

Lampung Tengah,  Lampung.

Telepon  :  0725 - 528885

Faksmile :  0725 - 527492

Email     :  Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.